Selasa, 30 Oktober 2012

cerpen for all part 2 :D

Temenku abnormal
Paling nggak bisa lihat orang-orang yang nggak normal. Gimana ya? Takut aja gitu. Padahal ibu kerja di salah satu sekolah luar biasa. Otomatis tiap hari ketemu sama orang kayak gitu. Pernah suatu hari di sekolah ibu ada acara, ya bisa dibilang kayak perpisahan gitu deh. Jadi ada anak-anak yang pentas gitu. Aku diajak sama ibu. Udah mikir pasti bosen disana, emang mereka bisa apa? Jangan-jangan nanti pas dipanggung tiba-tiba ada yang nangis atau hal-hal apa gitu yang nggak pantas. Dengan berat hati akhirnya aku ikut ibu. Acara dimulai. Penampilan pertama dari anak-anak yang kurang beruntung pada telinganya alias tuna rungu, mereka nari. Keren sih nggak nyangka ternyata mereka bisa. Karna ada kepentingan ibu harus pergi nggak tau kemana. Takut ditinggal sendiri. Tiba-tiba waktu lagi duduk manis dikursi. Bunga mawar itu berhasil mengagetkan aku. Kulihat siapa yang duduk disampingku. “astaghfirullah” anak SLB bingung mau ngapain. Nggak mungkin dong mau teriak. Gila aja. Wajahnya ia tundukkan, sebenernya cakep. Kayaknya seumuran deh sama aku. Hati udah mulai tenang. Nggak tau kenapa jadi nggak takut deket sama dia. Aku terima bunga itu. Akhirnya dia senyum terus ngajak aku pergi kekelasnya. Gandengannya erat banget kayak nggak mau lepas gitu. Dia nunjukin kertas kosong. Aku bingung apa yang mau dilihat? Oh ternyata dibaliknya. Hehe malu aku. Disitu ada gambar dua orang kayaknya sih cewek cowok mereka saling berhadapan terus si cowoknya nunduk malu gitu. Aku nggak tau apa maksudnya. Pas aku lihat dia lagi, eh dia malah nunduk. Aku mikir, apa dia mau nglakuin hal yang sama kayak digambar? Tiba-tiba ada ibu-ibu yang dateng kayaknya itu guru deh. Beliau ngajak dia keluar dari kelas. Aku masih sibuk mengartikan apa maksud gambar ini. Sampe  akhirnya aku Tanya sama ibu. Kata ibu pikiran dia masih sama kayak kita, tapi karna keterbatasannya dia malu. Ternyata arti gambar itu adalah dia mau aku jadi temennya dia, tapi dia malu buat temenan sama aku soalnya dia punya keterbatasan. Aku cari dia, dan Alhamdulillah akhirnya ketemu. Dia masih nunduk malu, bingung gimana cara ngomongnya. Oya aku inget, ibu bilang dia bisa paham sama apa yang aku bilang soalnya dia bisa paham sama gerakan mulut. “kamu mau jadi temenku?” tanyaku sambil tersenyum. Dia senyum. Seneng banget rasanya bisa temenan sama dia, nggak tau kenapa aku jadi sama sekali nggak takut lagi. Mungkin aku udah sadar kali ya? Alhamdulillah deh kalo gitu. Sejak itu aku jadi sering dateng ke sekolah ibu. Buat main sama dia, juga sama temen-temen yang lain pasti.

cerpen for all :D

sinkron cintaku dan afgan?




Lagu itu jadi idola sekarang di kelasku. Bagus sih, tapi suara penyanyinya pas-pasan nggak ada yang istimewa. Jadi inget gossipnya yang lagi mendidih diomongin temen-temenku kalo dia suka sama aku.  Lagu itu diputer berulang-ulang gara-gara acousticnya aja yang bikin bagus padahal suaranya nggak banget. Katanya lagu itu ciptaannya dia dan parahnya lagu itu dia dedikasikan buat aku. Ha beneran?. Salah satu liriknya bilang kalo “walau tak pernah kau lihat aku namun biarkanlah aku yang setia melihatmu.” Jujur banget deh. Aku sama sekali belum kenal dia, Cuma pas kejadian ini aja nama dia langsung masuk memori otakku. Padahal dia tu amus lho (alias anak mushola), ternyata anak mushola bisa juga jatuh cinta. Hehe. Sama sekali belum respect sama tingkahnya dia. Sampe mungkin hatinya dia udah mulai berontak kali ya? Dengan modal nekadnya dia dateng kekelas pas udah pulang sekolah jadi didalam kelas Cuma ada beberapa kepala doang. Orang maksudnya. Dengan jimad gitarnya itu dia mulai beraksi. Semua anak yang masih dikelas langsung pada focus ke gerak-geriknya dia. Ya gimana ya secara gitu, nggak ada angin nggak ada hujan masak ujuk-ujuk langsung ganti profesi jadi pengamen kelas, apa pengamen cinta? Haha apaan sih. Gitarnya mulai dipetik, bagus sih. Emang dianya udah pinter main gitar jadi ya nggak wagu. Ternyata lagunya afgan yang beruntung buat dia bawain BUKAN CINTA BIASA. Awalnya cuek, tapi lama-lama  tertarik juga. Jantung udah mulai deg-degan nggak karuan. Dia dateng? Ha dia kesini? Dan sekarang didepanku?. Mulai terbesit pikiran-pikiran aneh yang nggak logis “what you marry me?” HAA? TIDAAKK!! Mana mungkin, lebay sih mikirnya. Setelah mengalami ketegangan yang amat dahsyat dengan diiringi suara gemuruh gledek (suara temen-temen maksudnya). Dia bilang “aku sayang sama kamu.” Udah?. Udah dia Cuma bilang gitu doang terus langsung pergi. Maksudnya apa coba? Emang dia nggak penasaran sama jawabanku? Dia nggak butuh jawaban? Woow! Takjub, kaget, dan surprise banget deh pokoknya baru pertama kali diginiin sama cowok(karna emang baru dia doang sih yang suka. hehe). Akhirnya aku searching informasi. “dia tu Cuma suka doang sama kamu, nggak berniat buat jadi pacar kamu. Katanya di islam itu nggak ada. Dia nggak mau ada hal yang nggak di inginkan terjadi kalo ngomongnya empat mata. ” sekilas jawaban dari temennya. Mulai mikir lagi deh, ternyata cintanya emang nggak biasa. Mungkin kalo kita ketemu lagi pas usia kita udah sama-sama dewaasa dia bakal nyanyiin lagunya Bruno mars MARRY YOU bukan afgan lagi. Hahaha. Siapa tau?

robot emm, baca aja deehh :D posting lama di blogku dulu :p

pertama kali denger judul ini aku pribadi langsung mikir. " yang bikin ni robot agak eror kali ya?" sangat mengenaskan gitu disaat pemerintah mau meminimalisir freesex eh ini malah bikin robot untuk memuaskan nafsu orang. hadoh hadoh makin gila aja deh ni -___________- laporan lebih lengkap nya mendingan baca sendiri.

Sebuah studi di New Zealand mengklaim bahwa industri pariwisata seks komersial akan berubah pada tahun 2050.
Diterbitkan dalam jurnal Futures (Masa Depan), penelitian yang berjudul "Robot, Manusia dan Pariwisata Seks," ditulis oleh profesor manajemen Ian Yeoman dan seksolog Michelle Mars, menjelaskan klub seks imaginer di Amsterdam bernama Yub-Yum.
Turis seks akan mengunjungi Yub-Yum dan membayar 10.000 euro untuk layanan pijat, tarian striptis dan hubungan intim dengan robot-robot PSK ini.
Laporan surat kabar New Zealand, Dominion Post melaporkan Yub-Yum yang berlokasi di distrik lampu merah Amsterdam ini menyediakan beragam layanan mulai dari "robot pria dan wanita dari beragam etnis, bentuk tubuh, umur, bahasa dan penampilan seksual.
Mars dan Yeoman mengklaim bahwa peningkatan dalam industri ini akan menurunkan resiko penularan penyakit seksual, namun mereka tidak membuat pernyataan tentang resiko serius jika terjadi kerusakan.

astaghfirullah, sangat miris :(