Kamis, 25 Juli 2013



MY QUOTES




“ Mereka Menjanjikan Aku Cintanya, Tapi Kenapa Hatiku Masih Saja Berpusat Di Kamu?”
“ Aku Bukan Siapa-Siapa, Tapi Kenapa Dia Harus Ijin Ke Aku Saat Kamu Suka Kedia?”
“ Senyum Itu Kehendak Hati, Bukan Paksaan Hati.”
“ Saat Ini Aku Ingin Menangis, Bukan Tertawa. Jadi Biarkan Aku Menangis.”
“ Aku Tahu Menangis Tak Menyelesaikan Masalah, Tapi Setidaknya Aku Lega.”
“ Kamu Nggak Peka Karna Kamu Cowok. Tapi Logikamu Kan Masih Jalan.”
“ Baru Pertama Kali Lihat Kamu Galau, Tapi Bukan Galauin Gue. Nyesek!”
“ Kamu Ngehibur Aku, Disaat Aku Galauin Kamu. Mikir Nggak Sih Kamu?”
“ Masih Banyak Wanita Didunia Ini, Kenapa Kamu Mesti Suka Dia? Dia Sahabatku.”
“ Kamu Tahu Aku Nangis Karna Kamu, Tapi Kamu Nggak Tahu Apa Yang Mesti Kamu Perbuat.”
“ Kaliyan Berdua Nggak Salah, Aku Lah Yang Terlalu Memaksakan.”
“ Aku Lagi Pengin Nyiksa Batin. Jadi Biarkan Aku Sendiri.”
“ Mungkin, Cara Ini Cara Paling Ampuh Untuk Bikin Aku Lupa Sama Kamu.”
“ Aku Selalu Semangat Waktu Kamu Sms Aku, Tapi Sekarang Enggak.”
“ Tinggalin Aku! Tapi Jangan Bener-Bener Ninggalin Aku.”
“ Kamu Merasa Bersalah Saat Aku Menangis. Ini Urusanku!”
“ Itu Urusanmu Sama Dia, Bukan Urusanku!”
“ Jangan Bikin Aku Tambah Larut Dalam Kecewa Ini. Tolong!”
“ Ini Bukan Kayak Adegan Ftv, Tapi Drama Korea Yang Nggak Pernah Happy Ending T.T ”
“ Kamu Belum Mau Tidur Kalau Aku Belum Senyum!”
" Dan Ternyata Hiburan Itu Hanya Bertahan Dua Hari Saja."
“ Dia Suka Aku, Tapi Aku Kamu, Dan Ternyata Kamu Suka Sahabatku.”
“ Jangan Dirasain Banget-Banget!”
“ Tambah Sakit Waktu Kamu Salah Kirim Sms Yang Seharusnya Buat Dia Tapi Dikirim Ke Aku!”
“ Cemburu? Iya Aku Cemburu!”
“ Kamu Ikhlas Karna Kamu Cuma Pengin Aku Senyum Dan Move On. Biar Kamu Bisa Sama Dia. Shit!”
“ Aku Sama Dia Temenan Doing. Menurut Dia Enggak!”
“ Selembar Kertas Hvs Bertuliskan Curhatan Seseorang Dengan Jalan Pikirannya, Menggunakan Tinta Hitam Dibuat Pada Malam Hari Yaitu Sehari Setelah Pesantren Kilat! Salah Yang Bener Dibuat Malam Hari Setelah Outbond!”


_buat elo_


­­­

 Sudahlaaahh.....

ketika rasa itu berganti menjadi benci apakah aku harus menyalahkan mereka? sepertinya aku terlalu jahat untuk berusaha memojokkan mereka. Pyuuf aku pun juga bingung, sebenarnya aku harus bagaimana. Mereka berdua sahabatku, tapi dia. Ya kamu lelaki yang bisa mengubah duniaku. Entah kenapa tiap  didekatmu aku ngrasa tenang dan senang. Maybe aku jatuh cinta. Jatuh cinta? Apa menurut kamu setelah enam tahun rasa itu nggak terbalas aku masih bisa menyebut perasaan itu sebagai rasa jatuh cinta? Hah aku pun tak tahu harus bagaimana dengan perasaan ini. Hingga akhirnya aku sadar kalau ternyata kamu benar-benar bukan untukku. Atau aku yang bukan untukmu? Tolong aku tuhan. Dia yang selalu menaruh perhatiannya padaku, walaupun dengan sejuta rasa cuek nya itu. Aku tahu dia care, aku tahu dia tahu bahwa aku suka sama dia. Aku tahu dia tahu.
Ketika kalimat itu terucap dari mulutnya, kamu tahu gimana rasanya? Kamu pernah lihat film titanic? Ketika kapalnya perlahan retak, sangat pelan dan akhirnya tenggelam juga. Ya, sekiranya begitulah aku saat itu. Hatiku perlahan retak, pelan bahkan aku bisa merasakan retakannya, hingga lama-lama aku tenggelam dalam kesedihan yang teramat dalam, sangat dalam. Namun, air mataku tak bisa menetes ketika aku melihat wanitamu menangis terlebih dulu. Kamu tahu rasanya gimana? Sakit, sumpah sakit. Mendengarnya berkata kalau kamu menyatakan cintamu padanya. Aku hanya bisa berdiam sejenak dalam kehampaan dan kesakitan ini. Kenapa harus dia cinta? Kenapa harus dia yang kamu suka?
“ aku beneran nggak enak, waktu denger cerita kamu sama dia dulu.” Katanya dengan terus meneteskan air matanya. “ aku nggak papa.” Hanya kata-kata itu yang bisa aku ucapkan. Aku terus berpikir, aku bukan pacarnya. Lalu kenapa ia begitu. memang kalau menengok masa lalu, rasanya aku hanya dipenuh dengan rasa kasihan dari  sahabatku. selalu kerja keras buat nyari perhatian darimu dan ternyata tak terbalas. seharusnya aku sudah tahu itu dari awal agar tak sesakit ini. seharusnya. agar aku tak merasa bahwa aku hanya sebagai benalu dikehidupanmu.hingga dia pun harus meminta maaf saat kamu meyatakan cinta padanya. lalu apa hubungannya denganku? sudahlaah..
Apa kamu tahu semalaman aku menangis hingga mataku bengkak dan uhh jelek banget. Hingga air mataku terhenti sejenak saat ada pesan darimu. Menyemangatiku selayaknya sahabat yang selalu ada. Padahal kamu yang udah bikin aku nangis kaya  gini, kamu yang udah bikin aku sakit gini. Tapi kenapa? Emang kamu yang selalu bisa bikin aku tersenyum saat aku menangis. Iya kamu. Kamu selalu bilang aku untuk senyum. Bukankah senyum itu kehendak hati kita. Saat itu aku lagi nggak ingin senyum. Saat itu aku hanya ingin menangis, menikmati setiap buliran air mataku yang jatuh bersama sejuta rasa kecewa dan sakit yang aku rasa. Jangan paksa aku tersenyum. Please jangan! “ aku care sama kamu.” Care sama kepo  beda tipis coy! Dan care kamu itu Cuma buat aku tambah sakit. Emang dasarnya kamu nggak pernah peka, hal sekecil itu aja bisa bikin hati remuk berkeping-keping. Semuanya terasa Cuma mimpi. AKU PENGIN BANGUN!!!
Hari esok pun aku masih sama, keadaan ku tak jauh beda. Rasa sakit itu masih ada bahkan mungkin hingga saat ini. Kamu tahu, rasa khawatirku itu masih terasa sampai sekarang. Waktu dengar kamu kena musibah dan terluka. Tapi mungkin saat ini, kalau aku ngrasain khawatir ke kamu, itu bakalan berubah jadi kesalahan. Aku nggak punya hak untuk semua itu. Aku terlalu jauh. Aku beda. Aku sadar diri. Kaliyan cocok, cocok banget!
Sekarang yang harus aku lakukan hanyalah membangun kepingan-kepingan hati yang remuk itu menjadi utuh kembali. Aku tak bisa terus menerus merenungi ketololanku selama enam tahun ini. Aku harus bisa bangkit, walau aku tahu itu tak mudah. Namun aku mencoba. Aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk ku. Kalau pun jodoh, pasti juga nggak akan kemana-kemana. Aku yakin itu. Aku yakin!!!

Selasa, 02 April 2013


 KEJUJURAN dan KEDISPLINAN


Kejujuran merupakan sifat seseorang. Dalam bahasa Arab kejujuran diungkap dengan istilah siddiq dan amanah. Siddiq artinya benar dan amanah artinya dapat dipercaya. Ciri orang jujur adalah tidak suka bohong, meski demikian jujur yang berkonotasi positif berbeda dengan jujur dalam arti lugu dan polos yang terkandung di dalamnya konotasi negatif. Dalam sifat amanah juga terkandung kecerdasan, yakni kejujuran yang disampaikan secara tanggung jawab. Jujur bukan dalam arti mau mengatakan semua yang diketahui apa adanya, tetapi mengatakan apa yang diketahui sepanjang membawa kebaikan dan tidak menyebutnya (bukan berbohong) jika diperkirakan membawa akibat buruk kepada dirinya atau orang lain. Sebagai illustrasi dapat disebutkan dari sebuah hadis bahwa suatu hari Nabi sedang duduk di suatu tempat, tiba-tiba seseorang berlari denga kencang lewat didepannya. Tak lama kemudian datang lagi orang lain dengan menghunus senjata tajam, nampaknya sedang mengejarnya. Ketika didekat Nabi, orang itu bertanya adakah engkau melihat orang lari lewat sini ? Jika Nabi berkata tidak artinya Nabi berbohong, jika berkata iya, berarti kejujuran Nabi membawa kepada ancaman bahaya bagi seseorang yang belum diketahui apakah bersalah atau tidak, maka Nabi menjawab dengan ungkapan; sejak saya berdiri di sini tidak ada orang lewat . Nabi tidak berbohong karena ketika orang pertama yang lari di depannya, Nabi masih duduk, setelah berdiri tidak ada lagi orang yang lewat.
Tingkah laku disiplin adalah perbuatan yang dilakukan karena mengikuti suatu komitmen. Disiplin bisa berhubungan dengan waktu, tempat, aturan, anggaran dan sebagainya. Disiplin bisa berhubungan dengan kejujuran, bisa juga tidak. Seorang penjahat professional biasanya sangat disiplin terhadap agenda kriminal yang dibuatnya. Tetapi baik kejujuran maupun kedisiplinan bisa dibentuk melalui pembiasaan.
Kejujuran juga diwariskan oleh genetika orang tuanya, oleh karena itu setiap orang tua harus menyadari bahwa ketidak jujuran orang tua, terutama ketika anak sedang dalam kandungan, secara psikologis dapat menitis pada anaknya. Disini gagasan pra natalia education atau pendidikan sebelum anak lahi menjadi sangat relevan. Tradisi masyarakat menyangkut ritual orang hamil seperti, ketika sang isteri sedang hamil, suami tidak boleh menyembelih hewan, tidak boleh menyumbat sarang binatang, kemudian tradisi ngupati (hamil empat bulan) dan mitoni (hamil tujuh bulan) dan selanjutnya azan dan akikah ketika anak baru lahir semuanya merupakan simbol harapan orang tua terhadap anaknya untuk tidak berperilaku sadis, mengganggu orang lain, suka memberi orang lain pendeknya agar sang anak kelak memiliki akhlak yang mulia. Selanjutnya keharmonisan orang tua di dalam rumah akan sangat berpengaruh dalam membentuk watak dan kepribadian anak pada umur-umur perkembangannya. Ketika anak-anak masih kecil pantang orang tua berbohong kepada anaknya, karena kebohongan yang dirasakan oleh anak akan menimbulkan kegelisahan serta merusak tatanan psikologi anak.
Pada anak usia kelas IV SD hingga SMP kejujuran seyogyanya dibiasakan sejalan dengan kedisiplinan hidup, disiplin belajar, disiplin bekerja membantu orang tua di rumah, disiplin keuangan dan disiplin agenda harian kanak dan remaja. Pada usia SLA kejujuran dan kedisiplinan yang ditanamkan sudah harus disertai alasan yang rational, baik dalam kehidupan di dalam rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Sistem punishment & reward sudah bisa diterapkan secara masuk akal. Pada usia mahasiswa kejujuran dan kedisiplinan dibiasakan melalui pemberian kepercayaan dalam berbagai tanggungjawab. Kepada mereka, yang ditekankan adalah komitmen dan substansi, sementara teknik dan prosedur mungkin sudah harus diserahkan kepada seni dan kreatifitas mereka. Pada orang dewasa yang sudah kerja, kejujuran dan kedisiplinan justeru diterapkan melalui pelaksanaan sistem dimana peluang untuk berbuat tidak jujur dipersempit dengan sistem pengawasan yang transparan. Betapapun orang jujur dapat berubah menjadi tidak jujur manakala peluang untuk tidak jujur dan tidak disiplin terbuka tanpa pengawasan.

Kamis, 10 Januari 2013

ayook baca niih :)

Steak Feses ???

Percaya atau tidak, kotoran manusia ternyata bisa dijadikan bahan utama pembuatan daging steak dan burger! Penemuan mencengangkan ini berasal dari Mitsuyuki Ikeda, seorang ilmuwan dari Laboratorium Okayama, Jepang. Ikeda berhasil meneliti dan melakukan terobosan baru dengan membuat daging untuk steak dan burger yang berasal dari kotoran manusia.
Ikeda mengaku mendapatkan ide gila ini ketika badan pengelolaan lembah Tokyo Sewage meminta kepadanya untuk mencari sebuah solusi atau cara bagaimana memanfaatkan limbah (mendaur ulang sampah) di kota itu. Populasi manusia menciptakan akumulasi lumpur limbah, dimana dalam lumpur limbah tersebut terkandung feses yang berlebihan. Kandungan protein yang tinggi yang terdapat dalam lumpur limbah tersebut ternyata yang menjadi pemicu munculnya ide Ikeda.
Menurut Ikeda, kotoran yang ada dalam sistem pembuangan sampah dikombinasi dengan protein karena penuh dengan bakteri. Timnya kemudian mengekstraksi protein yang terdapat dalam lumpur limbah tersebut agar berbentuk seperti steak. Untuk menampilkan daging seperti aslinya, Ikeda menambahkan zat pewarna makanan pada daging tersebut untuk menciptakan warna yang kemerahan. Kemudian ia membumbuinya serta menambahkan kecap sebagai penyedap rasa. Tujuan menambahkan unsur-unsur tersebut agar dapat menghasilkan daging yang artifisial. Setelah dianalisa, ternyata kandungan gizi yang terdapat dalam steak feses tadi tergolong cukup tinggi. Kandungan gizi dari steak feses tersebut terdiri dari 63% protein, 25% karbohidrat, 3% lemak, dan 9% mineral.
Selanjutnya Ikeda melakukan uji coba atas penemuannya itu kepada sejumlah orang tanpa memberitahu asal-usul pembuatan daging artifisial itu. Ikeda mengklaim setiap orang yang memakan steak buatannya tersebut mengatakan rasanya cukup lezat, tekstur dan rasanya benar seperti daging sapi yang sesungguhnya.
Terlepas dari bahan pembuatnya, Ikeda berharap daging artifisial ini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi pemanasan global. Dikatakan bahwa daging buatan Ikeda tersebut adalah makanan ramah lingkungan. Selama ini hewan ternak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang cukup besar.
Namun sayangnya, harga daging kotoran manusia buatan Ikeda itu masih jauh lebih mahal dibandingkan dengan daging sapi. Harga itu menjadi konsekuensi dari biaya riset dan berbagai peralatan yang digunakan. Harga jualnya pun ternyata bisa 10 hingga 20 kali lebih mahal dibandingkan steak biasa. Ikeda berpendapat, jika daging buatan itu bisa diproduksi secara massal, harganya mungkin bisa jauh lebih terjangkau.
Jika benar daging untuk steak dan burger temuan Ikeda tersebut akan dipasarkan ke publik, apakah mungkin masyarakat bisa menikmati steak dan burger tersebut? Sedangkan mereka tahu bahan dasar daging steak tersebut berasal dari kotoran manusia. Lantas, bagaimana cara mempopulerkan daging steak tersebut? Membayangkannya saja sudah membuat perut terasa mual, apalagi harus menyantap daging artifisial temuan Ikeda tersebut!
Mohon maaf bila postingan ini membuat selera makan anda hilang atau bahkan tidak berani menatap steak atau burger yang ada di depan mata anda. Karena steak dan burger yang dimaksud hanya berada di Jepang.

cerpen for all :)



Soleh, abangku sayang :)

Wajah lugu belum berdosa itu menatapku lembut seakan memintaku untuk tetap bersamanya. Satu bulan sudah aku ada di penampungan ini. Dirumah kedua teman-teman baruku, karena rumah pertama mereka yang sudah lenyap terbawa arus laut yang dengan liarnya menyapu daratan. Kecil, remaja, dewasa, bahkan lansia. Disini semuanya berteman, disini semua bersaudara, dan disini semua menjadi keluarga. Aku keluarga baru bagi mereka dan akan menjadi keluarga abadi mereka walaupun tugasku disini akan segera selesai.
“ kakak, aku punya permen untuk kakak.” Tangan kecil itu memberiku beberapa bungkus permen rasa coklat. “ terima kasih, sayang. “ kataku sambil menerima permen-permen itu. “ kak ajeng masih akan disini kan?” tangannya menggandengku, seolah ingin menahanku untuk pergi. “ iya, aisyah. Kakak masih disini kok. Dihati Aisyah juga.” Dengan reflek tanganku menyentuh pipinya. Gadis kecil ini mengingatkanku akan banyak hal. Diusianya yang masih sangat kecil, ia sudah bisa hidup sendiri. Peristiwa itu telah merenggut keluarganya. Semua lenyap, semua kembali padaNya. Wajah lugu nan cantik itu masih bisa tersenyum walaupun semua telah menghilang. Ayah, ibu, adik mereka semua telah tidur manis bersama malaikat-malaikatMu. Tapi tengoklah gadis kecil ini, dia masih bisa tersenyum untuk orang lain. Walau sebenarnya dia berat untuk tinggal hanya berdua dengan kakaknya. Soleh, begitu orang-orang memanggilnya. Jangan tanya apa dia sudah bisa menjaga adiknya, aisyah. Kalau aku boleh memilih untuk menjadi adik siapa, pasti aku akan memilih soleh. Usianya tak kalah jauh dari aisyah. Delapan tahun, ya itulah usianya. Masih kecil bukan? Tapi jangan salah, tanggung jawab dan pengorbanannya lebih tinggi dan jauh lebih besar dari usianya. Sore itu soleh bercerita padaku tentang kisahnya dan ceritanya itu membuatku terharu. Sangat terharu.
“ sore itu, ibu minta aku untuk menjaga aisyah kak. Biasanya aisyah selalu ingin bermain bersamaku dan teman-temanku. Ya sudah akhirnya aku mengajaknya. Walau sebenarnya saat itu aku lagi marah banget sama aisyah.” Soleh menunduk. “ marah kenapa soleh?” tanyaku sambil terus memandangnya. “ ibu selalu saja membela aisyah. Aku sama sekali nggak disayang. Tiap hari aisyah terus yang dikasih hadiah. Aku enggak.” Soleh menangis. Ini kedua kalinya aku melihatnya menangis. Pertama, aku melihatnya menangis saat ia diketemukan dengan adiknya, aisyah. “ bukan enggak pernah soleh, tapi belum.” aku menutup mulutku. Oh tidak aku salah ngomong. “ belum kak? Tapi sekarang ibu sudah tidak ada. Apa aku harus menunggunya kembali?” soleh mulai bertanya banyak. Aku mencari seribu cara untuk menjawabnya. “ soleh, begini sayang. Ibu soleh nggak akan pernah melupakan soleh dan aisyah. Sekalipun yang diberi hadiah aisyah terus dan soleh belum. Tapi kakak yakin seratus persen kalau ibu sudah mempersiapkan hadiah untuk soleh.” Kataku sambil tersenyum dan mengusap kepala botaknya. “ kakak yakin ibu sudah mempersiapkan hadiah untukku?” ia terus bertanya. “ iya.” Jawabku singkat dan tersenyum menatapnya. “ tapi kapan?” inilah pertanyaan yang kutakutkan. Aku pun tak tau jawabannya. Kapan ibunya akan memberikan hadiahnya. Tapi aku yakin dalam hati kalau ibu soleh sudah mempersiapkan hadiah untuk anak sulungnya itu. “ suatu hari nanti soleh.” Soleh pun sepertinya puas akan jawabanku. Walau sepertinya ia juga masih bingung, siapa, apa, dan kapan suatu hari itu.
Sore ini lapangan sangat ramai. Orang-orang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pentas seni yang sudah disiapkan oleh anak-anak beberapa hari yang lalu. Banyak yang mereka lakukan, ada yang bernyanyi, menari, membaca puisi, bahkan mencurahkan isi hati. Ya, inilah suasana yang menyenangkan. Disaat kita bisa berkumpul bersama dengan yang lain, tanpa merasa sendiri. Sendiri dan sendiri terpaku menyesali yang telah terjadi. Beberapa jam telah berlalu, pentas seni ini masih juga berjalan. Wajah-wajah yang dulu muram, gelisah, dan bahkan telah kehilangan arah, sekarang berubah menjadi wajah-wajah penuh bahagia. Bahagia karena masih bisa menikmati hembusan udara dan angin, bahkan deburan ombak yang mereka takuti. Tapi, toh semua dari Allah dan akan kembali pula padaNya.
Kalau sedari tadi semua sudah bergembira ria. Sekarang, bersiap-siaplah meneteskan air mata. Tangan kecil itu memegang secarik kertas usang kemudian membacanya.
Allah ya Rahman ya Rahim..
Kemarin Kau kirimkan semua itu pada kami..
Semua yang mungkin mereka sebut bahkan juga kami sebut sebagai bencana..
Namun, aku sadar bahwa tanpa itu kami juga tidak akan pernah menyadari..
Sadar akan kuasaMu yang maha dahsyat..
Ayah, ibu, yusuf..                                       
Aku minta jaga keluargaku ya Allah..
Sore itu, aku berdosa membangkang perintah ibu..
Sore itu, sebenarnya aku memarahi aisyah..
Aku tak mengizinkannya bermain bersamaku..
Aku hanya menyuruhnya duduk dan menjaga sandalku..
Hingga dia merengek dan minta pulang..
Dan melaporkan kenakalanku pada ibu..
Namun, ternyata sampai saat ini aisyah belum bisa memberitahu ibu akan kenakalanku..
Air itu begitu dahsyatnya menyapu daratan rumah kami juga ikut terseret ya Allah..
Dirumah sederhana itu ada ayah, ibu, dan Yusuf..
Akankah mereka masih mengingat kami berdua di tengah bencana itu..
Sedangkan kami hanya berdiri diam menyaksikan semua kejadian itu dari atas sana..
Ya Allah, kalau Engkau izinkan..
Aku titip kalimatku ini pada ibu..
Ibu yang selalu aku sayang dan aku cinta..
Hadiah itu telah aku terima..
Selama ini aku hanya merajuk minta hadiah seperti yang ibu beri pada Aisyah..
Namun, aku sudah mendapatnya sekarang..
Hadiah yang lebih indah daripada bola sepak yang aku minta selama ini..
Kebersamaanku dengan aisyah..
Hadiah ini membuatku bisa menjaganya dan melindunginya..
Seperti pesan ibu padaku bahwa aku harus menjadi kakak yang baik..
Aku berjanji akan menjaga aisyah sampai aku berkumpul lagi dengan ibu, ayah, dan Yusuf..
Sorak sorai penonton mengiringi usainya puisi itu. Puisi yang begitu panjang dan indah. Curahan dari seorang anak usia delapan tahun yang ditinggal keluarganya dan harus hidup berdua dengan adiknya. Aisyah berlari keatas panggung dan memeluk erat kakaknya itu. Isak tangis haru terdengar dari barisan penonton. Begitu juga aku, air mata ini sudah tak bisa ku tahan. Dari mulut seorang anak delapan tahun bisa keluar kata-kata seindah dan sebijak itu. Apa aku juga bisa sepertinya? Ikhlas akan cobaan yang diberiNya. Dan memulai kehidupan baruku tanpa menengok kembali ke belakang. Soleh mulai mengingatkanku kalau Allah tidak pernah memberikan cobaan melewati batas kemampuan hambaNya. Ya, walaupun akhirnya ia harus hidup berdua hanya bersama aisyah. Senyum kecilnya yang amat manis itu membuat isak tangisku semakin kencang dan berlari menuju panggung untuk memeluknya. “ terima kasih soleh, hadiah itu begitu indah untuk kamu resapi secepat itu. Kamu memang hebat. Selalu ingat janji soleh pada ibu ya. Kakak yakin kamu lelaki hebat dan bertanggung jawab.” Aku tersenyum lebar dan memeluk mereka berdua dengan erat.
Pagi ini, matahari ini, tanah ini, rumput-rumput ini menjadi saksi kepergianku. Bukan apa-apa, aku harus menyelesaikan pelajaran singkat nan berharga ini dengan tangisan haru dan senyum kepuasan. Dari sosok anak kecil pun aku bisa belajar apa itu hidup sebenarnya. Hidup itu ikhlas, hidup itu perjuangan, hidup itu bersama-sama, dan hidup itu selalu ingat Allah. Aku melangkah pergi, perlahan mobil jeep ini berjalan. Walau masih pelan, namun rasanya mereka sudah jauh. Atau aku yang semakin cepat menjauh? Suara itu terus memanggilku. “ ini untuk kakak.” Soleh berlari kencang dan dibelakangnya ada aisyah yang senantiasa mengikuti kemana saja kakaknya pergi. Permen coklat dan secarik kertas berisi puisi yang kemarin ia bacakan menjadi kenangan paling indah untuk ku kenang. Terima kasih, Allah selalu menyertai kita semua. Soleh dan aisyah adik-adik kecilku yang paling kubanggakan. Selamat berjumpa lagi.

Rabu, 09 Januari 2013



Biodataku :D

nama                                       : Dwi Maryanti :)
alamat                                     : Guyangan Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta :)
hobi                                        : nyanyi, nulis, baca ( apapun yang bisa dibaca, termasuk hati kamu :p )
cita-cita                                   : penyanyi, penulis, musisi, PNS, guru :)
visi                                          : menjadikan hidupku ini bermanfaat untuk aku sendiri dan orang lain  serta                                                  beribadah pada Allah swt :)
misi                                         : selalu berusaha keras dan berdoa untuk menggapai setiap mimpi yang                                                    aku inginkan :)
motto                                   : nothing is impossible, dream believe and make it happen, hidup itu saling         berbagi :) you can, and i sure can :)