Sudahlaaahh.....
ketika
rasa itu berganti menjadi benci apakah aku harus menyalahkan mereka?
sepertinya aku terlalu jahat untuk berusaha memojokkan mereka. Pyuuf aku pun
juga bingung, sebenarnya aku harus bagaimana. Mereka berdua sahabatku, tapi
dia. Ya kamu lelaki yang bisa mengubah duniaku. Entah kenapa tiap didekatmu aku ngrasa tenang dan senang. Maybe
aku jatuh cinta. Jatuh cinta? Apa menurut kamu setelah enam tahun rasa itu
nggak terbalas aku masih bisa menyebut perasaan itu sebagai rasa jatuh cinta? Hah
aku pun tak tahu harus bagaimana dengan perasaan ini. Hingga akhirnya aku sadar
kalau ternyata kamu benar-benar bukan untukku. Atau aku yang bukan untukmu? Tolong
aku tuhan. Dia yang selalu menaruh perhatiannya padaku, walaupun dengan sejuta
rasa cuek nya itu. Aku tahu dia care, aku tahu dia tahu bahwa aku suka sama dia.
Aku tahu dia tahu.
Ketika
kalimat itu terucap dari mulutnya, kamu tahu gimana rasanya? Kamu pernah lihat
film titanic? Ketika kapalnya perlahan retak, sangat pelan dan akhirnya
tenggelam juga. Ya, sekiranya begitulah aku saat itu. Hatiku perlahan retak,
pelan bahkan aku bisa merasakan retakannya, hingga lama-lama aku tenggelam
dalam kesedihan yang teramat dalam, sangat dalam. Namun, air mataku tak bisa
menetes ketika aku melihat wanitamu menangis terlebih dulu. Kamu tahu rasanya
gimana? Sakit, sumpah sakit. Mendengarnya berkata kalau kamu menyatakan cintamu
padanya. Aku hanya bisa berdiam sejenak dalam kehampaan dan kesakitan ini. Kenapa
harus dia cinta? Kenapa harus dia yang kamu suka?
“ aku
beneran nggak enak, waktu denger cerita kamu sama dia dulu.” Katanya dengan
terus meneteskan air matanya. “ aku nggak papa.” Hanya kata-kata itu yang bisa
aku ucapkan. Aku terus berpikir, aku bukan pacarnya. Lalu kenapa ia begitu. memang kalau menengok masa lalu, rasanya aku hanya dipenuh dengan rasa kasihan dari sahabatku. selalu kerja keras buat nyari perhatian darimu dan ternyata tak terbalas. seharusnya aku sudah tahu itu dari awal agar tak sesakit ini. seharusnya. agar aku tak merasa bahwa
aku hanya sebagai benalu dikehidupanmu.hingga dia pun harus meminta maaf saat kamu meyatakan cinta padanya. lalu apa hubungannya denganku? sudahlaah..
Apa kamu
tahu semalaman aku menangis hingga mataku bengkak dan uhh jelek banget. Hingga air
mataku terhenti sejenak saat ada pesan darimu. Menyemangatiku selayaknya
sahabat yang selalu ada. Padahal kamu yang udah bikin aku nangis kaya gini, kamu yang udah bikin aku sakit gini. Tapi
kenapa? Emang kamu yang selalu bisa bikin aku tersenyum saat aku menangis. Iya kamu.
Kamu selalu bilang aku untuk senyum. Bukankah senyum itu kehendak hati kita. Saat
itu aku lagi nggak ingin senyum. Saat itu aku hanya ingin menangis, menikmati
setiap buliran air mataku yang jatuh bersama sejuta rasa kecewa dan sakit yang
aku rasa. Jangan paksa aku tersenyum. Please jangan! “ aku care sama kamu.” Care
sama kepo beda tipis coy! Dan care kamu
itu Cuma buat aku tambah sakit. Emang dasarnya kamu nggak pernah peka, hal
sekecil itu aja bisa bikin hati remuk berkeping-keping. Semuanya terasa Cuma mimpi.
AKU PENGIN BANGUN!!!
Hari esok
pun aku masih sama, keadaan ku tak jauh beda. Rasa sakit itu masih ada bahkan
mungkin hingga saat ini. Kamu tahu, rasa khawatirku itu masih terasa sampai
sekarang. Waktu dengar kamu kena musibah dan terluka. Tapi mungkin saat ini,
kalau aku ngrasain khawatir ke kamu, itu bakalan berubah jadi kesalahan. Aku nggak
punya hak untuk semua itu. Aku terlalu jauh. Aku beda. Aku sadar diri. Kaliyan cocok,
cocok banget!
Sekarang
yang harus aku lakukan hanyalah membangun kepingan-kepingan hati yang remuk itu
menjadi utuh kembali. Aku tak bisa terus menerus merenungi ketololanku selama
enam tahun ini. Aku harus bisa bangkit, walau aku tahu itu tak mudah. Namun aku
mencoba. Aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk ku. Kalau pun jodoh, pasti juga
nggak akan kemana-kemana. Aku yakin itu. Aku yakin!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar